Nias Barat,
wacanasuara.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, turun
langsung ke lapangan melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) terkait temuan
kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Simaeasi, Kecamatan Mandrehe, Senin
(20/10/2025)
Penyelidikan epidemiologi (PE) bersama Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Puskesmas Mandrehe, dan dibantu dari Pemerintah Desa Simaeasi melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) terkait temuan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Simaeasi, Kecamatan Mandrehe.
Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan melakukan penyisiran radius 100 meter dari rumah penderita untuk memeriksa potensi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, vektor penyebab DBD. Hasil pemeriksaan menemukan adanya jentik nyamuk di beberapa titik lokasi, yang akan segera ditindaklanjuti melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan sekitar.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Barat Bdn. Yana Sri Meni Gulo, S.Tr.Keb., MKM mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD dan secara rutin melaksanakan gerakan 3M Plus, yaitu : 1. Menguras tempat penampungan air, 2. Menutup rapat wadah air agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. 3. Memanfaatkan atau menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Selain itu, masyarakat
diimbau menerapkan tindakan tambahan (Plus), seperti : Menabur larvasida pada
tempat penampungan air yang sulit dikuras. Mengganti air vas bunga atau tempat
minum burung setiap dua hingga tiga hari, Memelihara ikan pemakan jentik
seperti ikan cupang atau ikan kepala timah, Memasang kelambu atau kasa nyamuk
di jendela dan ventilasi rumah, Menggunakan lotion antinyamuk, terutama pada
pagi dan sore hari, Menanam tanaman pengusir nyamuk, seperti serai, lavender,
atau kemangi.
Selain itu Plt. Kepala Dinas juga menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam deteksi dini kasus DBD.
“Kami berharap apabila ada warga yang mengalami demam tinggi mendadak, segera melapor ke petugas kesehatan agar dapat diperiksa dan ditangani sedini mungkin,” Kata Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Barat Bdn. Yana Sri Meni Gulo, S.Tr.Keb., MKM, kepada awak media, Senin (20/10/2025).
Langkah cepat dan sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat memutus rantai penularan DBD di wilayah Kabupaten Nias Barat serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. (tim)


0 Komentar